Selasa, 30 Desember 2014

CONTOH PROPOSAL

KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam kami sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya kami dapat menyelesaikan tugas kewirausahaan ini dengan baik dan tepat waktu.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh guru pada mata kuliah kewirausahaan.

Dalam proses penyusunan tugas ini kami menjumpai hambatan, namun berkat dukungan materil dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.

Segala sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal yang benar datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski begitu tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan kami semoga tugas ini bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada umumnya.



Cisurupan, Desember 2014




Tim Penyusun



 BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Nama dan Alamat Perusahaan
Nama perusahaan             : D’Maddy Distro
Alamat perusahaan           : Jl. Guntur, No. 56 Garut – Jawa Barat
No. Telp                           : (021)2305707

1.2.  Nama dan Alamat Pemilik
Nama pemilik 
:
Dian Fihastuti
Alamat pemilik
:
Kp. Sukamaju RT/01 RW/04, Desa. Mekarjaya Cikajang - Garut`
No. Telp
081382312332

1.3.  Nama dan Alamat Penanggung jawab
Nama 
:
Alamat
:
Kp. Pamoyanan RT/01 RW/05, Desa Cisurupan, Cisurupan - Garut
No. Telp
:
087724982287

1.4.  Informasi tentang bisnis yang dilaksanakan
Perusahaan kami bergerak di bidang perdagangan  yang menjual berbagai aneka pakaian  serta fashion yang pastinya uptodate dan cocok dengan selera masyarakat Garut, khususnya untuk kaum remaja.
Sebelum kami menjalankan perusahaan yang kami rencanakan ini, maka kami harus mempunyai modal usaha. Untuk merencanakan pemasaran, perusahaan kami akan mempromosikan dan mendistribusikan produk kami melalui pasar tradisional maupun pasar modern yang mudah terjangkau oleh para pembeli/konsumen.
Adapun maksud dan tujuan kami mendirikan perusahaan ini yaitu:
1) Berperan aktif dalam bidang bisnis dan kewirausahaan,
2) Menyediakan kebutuhan fahion bagi masyarakat, supaya lebih mudah
3) Mengurangi tingkat pengangguran,
4) Menjalin persahabatan antara pelanggan, dan
5) Mendapatkan keuntungan atau laba.



 
BAB II
RANGKUMAN EKSEKUTIF
2.1.   Latar Belakang
Dengan semakin berkembangnya dan semakin tingginya kebutuhanmasyarakat terhadap pelayanan yang berhubungan dengan kebutuhan fashion, maka kami berinisiatif untuk membuka suatu usaha distro yang up to date dan mengerti akan kebutuhan masyarakat.
Perumahan Garut indah merupakan perumahan yang relatif baru dibangun dan mayoritas masyarakat di Perumahan tersebut adalah adalah masyarakat yang mempunyai pola pikir yang sudah maju dan modern. Mereka seringkali mencari fashion-fashion ataupun kebutuhan lainnya yang ter up to date.
Daerah sekitar Perumahan ini sangat tepat untuk membuka usaha distro, karena hingga saat ini sangat sedikit sekali atau boleh dikatakan belum ada tempat yang memberi pelayanan kebutuhan fashion di sekitar.
Perusahaan Bisnis Distro ini berdiri atas kerjasama serta keinginan tiga anak muda yang memiliki hobi dan kegemaran yang sama dalam bidang fashion, karena sering bertemu dalam berbagai kegiatan di bidang fashion dan desain, tiga generasi muda ini mencetuskan mendirikan sebuah usaha Distro yang dinamakanD’maddy yang berdiri di kota Garut, kota yang memiliki tingkat pendidikan dan budaya masyarakat yang melimpah daripada kota lain, tapi masih minim dalam mempromosikan pentingnya kebutuhan fashion dalam yang baik dan bekualitas bagi masyarakatnya.
D’Maddy Distro didirikan untuk mempelopori kecintaan generasi muda dalam bidang fashion yang up to date tanpa melupakan corak & cirri khas Indonesia.


2.2.   Visi dan Misi
Visi      : Mitra dan solusi bagi masyarakat dengan memberikan pelayanan atas kebutuhan dalam hal fashion yang up to date untuk memberikan warna dan gaya dalam kehidupan.
Misi     : Memberikan dan menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas demi kepuasaan pelanggan.
Motto  :” D’maddy Distro : The Satisfied Of Customers Is Number One”
2.3.   Lokasi
Lokasi yang dipilih merupakan tempat yang strategis di Perumahan Komp. Garut Indah karena berada tidak jauh dari Pusat Kota, lokasi mudah terlihat dan berada di jalan utama perumahan yang merupakan jalan lalu lalang masyarakat sekitar sehingga dapat dengan mudah dicari dan didatangi.
2.4.   Ruangan / Tempat yang dibutuhkan
Ruangan / Tempat yang dibutuhkan pada awal membuka usaha distro ini tidak terlalu luas dan juga tidak terlalu sempit, yakni 1 ruangan ukuran 10m x 8m.
2.5.   Waktu Operasional
Waktu untuk melakukan pelayanan usaha distro ini dibuka dari pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 21.00.
2.6.   Kesan / Counter Style
Kesan yang akan kami bangun dalam melayani pelanggan adalah ”Comfortable and High Quality Service” sehingga pelanggan merasa nyaman berada di tempat pelayanan kami dan membuat mereka selalu ingin kembali karena pelayanan yang memuaskan.

2.7.   Konsep Promosi
Membuat sebuah display di pintu gerbang perumahan dan mengandalkan informasi dari pelanggan ke pelanggan serta menyediakan brosur promosi.
Selain itu, kami juga membuat advertisement secara on-line di internet agar bisa dijangkau masyarakat luas dengan cara melakukan transaksi atau pun bisnis on-line. Dengan cara ini kami optimis D’Maddy distro akan lebih mudah dan cepat dikenal oleh masyarakat.
2.8.   Target Pelanggan
Target pelanggan Distro ini adalah : anak muda atau abg yang sedang terpengaruh oleh fashion- fashion yang uptodate. Mereka adalah pengguna baju-baju distro yang memiliki ciri khas tertentu.



BAB III
ANALISIS INDUSTRI
3.1.   Prespektif Masa Depan Usaha
Dengan terciptanya tempat usaha yang bergerak di bidang perdagangan, khususnya dalam hal fashion dengan lokasi yang strategis, maka kami yakin usaha ini akan maju. Karena kebutuhan dan permintaan akan fashion di kalangan masyarakat terutama sekitar Perumahan Garut Indah pada saat ini sangat besar.

3.2.   Analisis Persaingan
Berdasarkan pemantauan dan hasil survey yang ada bahwa di sekitar lokasi tempat yang kami dirikan usaha distro ini masih belum terdapat sebuah tempat belanja pakaian dengan suasana yang nyaman dan kekeluargaan.

3.3.   Segmentasi Pasar yang akan dimasuki
Distro d’Maddy membidik pasar kelas menengah ke bawah, dengan pemberian harga yang terjangkau dan tidak menyulitkan. Pada prinsipnya kami akan membuka usaha ini dengan suasana kekeluargaan dan pelayanan yang baik, sehingga membuat masyarakat merasa puas dengan layanan kami dan senantiasa kembali ke tempat kami. Karena segmen pasar usaha distro ini cenderung kemasyarakatan sehingga hal ini dapat memicu persaingan dengan usaha distro lainnya.
Pada awalnya pemenuhan permintaan pakaian dapat dipenuhi dari distro ,akan tetapi dengan semakin tinggi populasi rakyat, maka kemampuan distrountuk memenuhi kebutuhan masyarakat semakin rendah. Hal ini mendorong kami untuk melakukan pelayanan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan




BAB IV
DESKRIPSI USAHA
4.1.   Produk yang dihasilkan
Semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan pakaian dan fashion lainnya sehingga menghabiskan sampai 3 lusin pakaian dalam sehari, belum termasuk aksesoris yang semakin marak digunakan oleh masyarakat, khususnya oleh anak remaja.
Adapun kualitas produk atau mutu produk yang kami hasilkan memiliki beberapa keunggulan:
o   Berkualitas tinggi dan dapat memuaskan konsumen,
o   Bermacam-macam bentuk dan ukurannya dengan style yang uptodate
o   Hasil sablon sangat rapi dan tidak mudah luntur walau beberapa kali cuci.
Kegunaan produk
Sebagai kebutuhan sehari-hari dengan berbagai macam fungsi dan manfaat
Selain itu, produk yang kami pasarkan mempunyai beberapa keistimewaan, diantaranya :
o   Harga terjangkau oleh kemampuan konsumen,
o   kualitas produk terjamin
o   sesuai dengan selera masyarakat

4.2.   Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup lingkup usaha distro ini kami rancang dengan sebaik mungkin karena semua itu bisa berpengaruh terhadap maju mundurnya perusahaan kami, maka dari itu kami berusah memberikan sesuatu yang terbaik untuk konsumen.
Perusahaan D’Maddy Distro terletak di Jl. Guntur, No. 56 Garut – Jawa Barat. Distro ini  sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah perusahaan, karena lokasi tersebut tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk dan akses transportasi menuju lokasi perusahaan sudah lancar.


4.3.   Personalia dan Perlengkapan Kantor
   Pemilik                     :     Irma Sustiani Sitohang
   Penanggung Jawab            :     Ai Roudotul Munawaroh
   Sekretaris                 :     Sonya Hutabarat
   Bendahara               :     Doni Lukman Hakim



    
BAB V
RENCANA PRODUKSI
5.1.   Proses Produksi
Proses produksi yang kami jalankan dalam perusahaan D’Maddy Distro ini dapat dilihat pada bagan berikut :


5.2.   Sumber-sumber Produk / Bahan
Untuk sumber-sumber bahan baku atau supplier pakaian, kami mengambil dari supplier atau perusahaan yang sudah terjamin dan terbukti kualitas pakaiannya dengan model dan corak yang menarik konsumen tentunya. Sehingga dengan begitu tidak merugikan berbagai pihak, baik dari pihak perusahaan maupun konsumen yang membelinya.




BAB VI
RENCANA PEMASARAN
6.1.   Penetapan Harga
Harga yang akan dikenakan adalah harga yang diperkirakan akan terjangkau oleh masyarakat sekitar. Setelah memperhitungkan dengan cukup matang, akhirnya kami tetapkan sebagai harga awal berikut adalah tabel harga jasa produk yang ditawarkan. adapun untuk selanjutnya harga akan disesuaikan dengan perkembangan selanjutnya.
No.
Jenis Produk
Harga
1
Kemeja
> Rp.   89.000,-
2
Kaos
> Rp.   90.000,-
3
Jeans
> Rp. 180.900,-
4
Gaun 
> Rp. 235.800,-
5
Kerudung
> Rp.   69.900,-
6
Rok
> Rp. 109.900,-
7
Jaket
> Rp. 199.900,-
8
Aksesoris
Rp. 24.500,- s.d Rp. 78.900,-

6.2.   Pelaksanaan Distribusi
Distribusi yang dilakukan perusahaan kami yaitu distribusi intensif, diusahakan sebanyak mungkin agar dapat menjual produk sebanyak-banyaknya dan lebih mendekati konsumen, sehingga lebih mudah dalam penjualannya dalam menghasilkan keuntungan yang sebanyak-bantaknya.  

6.3.   Strategi Promosi yang akan dilakukan  
Strategi yang akan kami jalankan pada perusahaan ini antara lain :
         Membuat pamphlet-pamflet berisi produk – produk baru yang akan ditempel tiap bulannya.
         Melakukan iklan-iklan di dunia internet baik melalui situs jejaring sosial maupun forum.
         Membuat catalog-katalog mengenai fashion yang sedang uptodate di distro



BAB VII
PERENCANAAN ORGANISASI
7.1.   Struktur Organisasi
Struktur organisasinya yaitu :
7.2.   Job Description
¤   Pemilik usaha bertugas untuk memantau jalannya usaha dan menerima laporan sebulan sekali dari hasil usaha.
¤   Sekretaris bertugas untuk membuat surat-surat yang dubutuhkan oleh perusahaan, mencatat data.
¤   Bendahara bertugas untuk membuat laporan keuangan setiap bulannya.
¤   Penanggung jawab bertugas untuk bertanggung jawab mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di distro dan bertanggung jawab untuk memantau cara kerja bawahannya dalam melayani pelanggan.
¤   Karyawan bertugas melayani para pelanggan distro dengan menerapkan prinsip pelayanan prima.

7.3.   Latar Belakang Tim Management
Latar belakang tim management ini terdiri dari dari orang-orang terdekat yang dipercayai dapat memajukan tempat pelayanan yang berhubungan dengan usaha distro. Selain itu dituntut profesionalisme dalam menjalankan setiap pekerjaan.
Status Kepemilikan Usaha
Badan usaha adalah kesatuan yuridis ekonomis yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Adapun status kepemilikan distro D’Maddy Distro yaitu perseroan. Dimana pengelolaannya di lakukan langsung oleh pemilik distro. 



BAB VIII
RISIKO
8.1.   Evaluasi tentang kelemahan Usaha (Analisis SWOT)
Strength (Kekuatan)
1.      Bertanggung jawab, disiplin kerja, kreatif dan inovatif
2.      Dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
3.      Memberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggan
4.      Menjual produk yang berkualitas
Weaknes (Kelemahan)
1.      Persaingan pasar dengan perusahaan yang berskala nasional
2.      Berubahnya kondisi perekonomian
Oportunity (Peluang)
1.      Dengan tetap manjaga mutu dan kualitas produk, kami yakin kami dapat bersaing walaupun harus bersaing dengan perusahaan berskala nasional yang akan muncul di kemudian hari.
2.      Saat ini dengan belum adanya perusahaan dengan bidang usaha sejenis di Komp. Garut Indah, membuat kami yakin bahwa kedepannya perusahaan kami akan maju.
Threaty (Ancaman) : Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan kami, dengan style-style terbaru.
8.2.   Gambaran tentang Masa Kini
Resiko yang dihadapi adalah berupa ancaman terhadap kelangsungan jumlah kunjungan pelanggan. Hal ini disebabkan semakin banyaknya distro-distro maupun outlet-outlet yang menjual pakaian dengan lebih mudah dan murahataupun distro yang berskala internasional. Dengan ini maka lambat laun akan semakin banyak orang yang mengunjungi distro lainnya. Sebagai upaya untuk mengantisipasi hal ini, maka kami selalu memberikan dan menyediakan produk yang terbaru dan tentunya sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakat.Dengan begitu pelanggan akan memiliki keterkaitan dan terus merasa perlu untuk datang ke tempat kami.



BAB IX
PERENCANAAN PERMODALAN
9.1.   Sumber-sumber permodalan
Sebagai sumber awal mula pendirian D’Maddy Distro yaitu dari pemilik distro sendiri. Sebagai investasinya untuk itu didirikanlah perusahaan dalam bidang perdagangan
.
9.2.   Neraca Permulaan Perusahaan
a)      Biaya produksi per tahun terdiri dari:
1.      Modal Awal produksi
Renovasi Awal & Desain Interior
Rp.   20.000.000,-
Kulakan baju grosir
Rp. 600.000.000,-
Biaya Soft Opening dan Promosi awal
Rp.     5.000.000,-
Biaya gaji karyawan tahun pertama
Rp.   60.000.000 ,-  +
Jumlah Modal Produksi
Rp. 685.000.000,-

2.      Biaya lain-lain
·         Listrik                                                    Rp. 12.000.000,-
·         Asuransi                                                 Rp. 11.000.000,-
·         Transportasi                                           Rp.   6.500.000,-
·         Administrasi                                          Rp.   4.500.000,-
·         Pajak                                                      Rp.   2.750.000,-
·         Pemeliharaan gedung dan peralatan      Rp.   6.000.000,-  +
Jumlah biaya lain-lain                            Rp. 42.750.000,-
Total seluruh biaya produksi (1 + 2)
Jumlah modal produksi                                     Rp. 710.000.000,-
Jumlah biaya lain-lain                                        Rp.   42.750.000,-    +
Total                                                                  Rp. 667.250.000

9.3.   Proyeksi Aliran Kas
Untuk distro kami proyeksi keuntungan kotor adalah 30% dari penghasilan. Rata-rata untuk distro kami ini, akan mampu menjual sekitar 950 lebih juta pertahun, sehingga jika diambil keuntungan bersih pertahun adalah sekitar 250 – 300 juta pertahun.
Sehingga, pada tahun kedua, kami sudah bisa balik modal. Dan tahun ke  3, 4 dan seterusnya, kami tinggal mengumpulkan untung dan kemungkinan besar kami gunakan untuk ekspansi ke luar daerah.
9.4.   Analisis titik Impas (BEP)
Untuk menganalisis titik impas dari produk kami, kami mengambil sampel dari jenis kaos dengan. Biaya tetap yang anda keluarkan adalah 50.000.000. Biaya variabelnya sebesar 500.000 ribu rupiah per unit. Kemudian anda berencana menjual macam-macam jus buah tersebut dengan harga 5 ribu rupiah per gelas. Maka titik impas atau BEP-nya adalah :
1.      BEP (dalam unit) = 250.000 : (5.000 – 3.000) = 125 unit.
2.      BEP (dalam rupiah) = 250.000 : 1 – (3.000 : 5.000) = 625000 rupiah.
So, anda harus berjualan jus buah sebanyak 125 gelas atau menjual sebesar 625 ribu rupiah agar anda mencapai titik impas. Maksudnya adalah 125 gelas atau 625 ribu rupiah tadi sudah bisa anda gunakan buat bayar semua pengeluaran usaha jus anda tanpa anda harus rugi.
Dan apabila anda mampu menjual 126 gelas, berarti yang satu gelas tadilah keuntungan anda. Paham kan? Kesimpulannya adalah apapun tipe bisnis  anda, di awal anda melangkah, usahakan selalu menghitung berapa titik impas atau BEP produk anda. Jadi anda sudah punya bayangan, oo…harus jual segini tho agar usahaku aman. Atau oo…harus dapat pemasukan segini buat bisa jalan lagi. Analisa Keuangan 4 Tahun Mendatang. Note : Perkiraan Break Event Point Pada Tahun Ketiga
9.5.   Perencanaan Laba Rugi (CASH FLOW)
INVESTASI
JUMLAH (RP)
Biaya tetap
1.      Penyusutan gedung dan peralatan
Rp.   7.000.000,-
2.      Gaji pegawai
Rp. 60.000.000,-
Jumlah
Rp. 67.000.000,-
Biaya variable/ produksi
Kulakan baju grosir
Rp. 600.000.000,-
Jumlah
Rp. 600.000.000,-
Biaya-biaya lain
1.   Listrik                                           
2.   Asuransi                                       
3.   Transportasi          
4.   Administrasi
5.   Pajak                    
Rp. 12.000.000,-
Rp. 11.000.000,-
Rp.   6.500.000,-
Rp.   4.500.000,-
Rp.   2.750.000,-
Total Modal produksi
Rp. 36.700.000,-
TOTAL MODAL (PENGELUARAN)
Rp. 703.700.000,-
Pendapatan
Penjualan aneka pakaian dan fashion
Rp. 960.000.000,-
TOTAL PENDAPATAN
Rp. 960.000.000,-
PROYEKSI LABA/RUGI(KEUNTUNGAN)
Total Pendapatan
Total modal / Pengeluaran

Rp. 960.000.000,-
Rp. 703.700.000,-
TOTAL KEUNTUNGAN BERSIH
Rp. 256.300.000,-





BAB X
APENDIKS
Sebagai pelangkap dari proposal ini, maka kami lampirkan pula
1.      Daftar Harga dari Pemasok Barang
2.      Surat Tanda Daftar Usaha Perdagangan
3.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

1.      

contoh TANDA DAFTAR USAHA PERDAGANGAN (TDUP)

DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA
KANTOR DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
KABUPATEN/KOTA TEMANGGUNG
TANDA DAFTAR USAHA PERDAGANGAN (TDUP)
NOMOR : _____________
1.      Nama Perusahaan                                     :  D’MADDY DISTRO
2.      Merek (milik sendiri/lisensi)                     :  D’MADDY
3.      Alamat Kantor Perusahaan                      :  Tegowanuh,Kaloran,Temanggung
4.      Nama Pemilik/ penanggung Jawab          :  Nuryani
5.      Alamat Pemilik/ Penanggung Jawab        :  Tegowanuh,Kaloran,Temanggung
6.      Nomor Pokok wajib pajak (NPWP)         :  1.201.409.8-424
7.      Bidang Usaha ; Barang/ Jasa                   :  Barang
8.      Nilai Investasi Perusahaan Seluruhnya    : Tidak termasuk tanah dan bangunan Tempat usaha
9.      Jenis Kegiatan usaha                                :  Perdagangan
10.  Jenis barang/ jasa dagangan Utama         :  Pakaian
TDUP ini diterbitkan dengan ketentuan :
Pertama
:
Tanda daftar Usaha Perdagangan (TDUP) ini berlaku untuk melakukan kegiatan Usaha Perdagangan.
Kedua
:
pemilik/ Penanggung Jawab wajib menyampaikan laporan kegiatan usaha perdagangan setiap tahun sekali.
Ketiga
:
Tidak berlaku untuk kegiatan Perdagangan Berjangka komoditi,    kecuali telah memenuhi ketentuan. Persyaratan yang ditetapkan untuk melakukan kegiatan perdagangan berjangka komiditi ketentuan  perundang-undangan yang berlaku
Dikeluarkan di                        : Garut
Pada Tanggal              : 12 Maret 2012
Ka .  Kandep Perindustrian dan Perdagangan
Tembusan                    :
  1. Menteri Perindustrian dan Perdagangan U.P. sekretaris Jenderal
  2. Inspektur jenderal depperindag
  3. Dirjen Perdagangan dalam Negeri depperindag
  4. Ka. Pusdatin depperindag
  5. Ka. Kanwil depperindag
  6. Pertinggal

Kamis, 20 November 2014

BAB 7

BAB 7


7.1 Pengertian Skripsi, Tesis dan Disertasi

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah hasil penelitian dan/atau percobaan yang disusun oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing skripsi dan dipertanggung-jawabkan dalam suatu Sidang Ujian Akhir Program untuk memenuhi persyaratan memperoleh derajat kesarjanaan strata satu (S1). Skripsi sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3).

Tesis adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.

Disertasi adalah karya ilmiah mahasiswa untuk jenjang pendidikan S3 yang berupaya menciptakan suatu teori baru dengan menguji hipotesis yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Disertasi berupa paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen.

7.2 Karangan Ilmiah Populer

Karangan ilmiah popular atau semiilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan jenis semiilmiah biasa dinamai ilmiah popular. Ciri-ciri karangan ilmiah popular:
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • Fakta yang disimpulkan subyektif,
  • Gaya bahasa formal dan popular,
  • Mementingkan diri penulis,
  • Melebihkan-lebihkan sesuatu,
  • Usulan-usulan bersifat argumentatif, dan
  • Bersifat persuasif.
Contoh Karangan Ilmiah Popular
Bentuk karangan semiilmiah atau ilmiah popular yaitu artikel, editorial, opini, tips, dan resensi buku. Berikut adalah resensi buku berupa apresiasi berupa apresiasi terhadap sebuah karya sastra. Resensi buku adalah bentuk kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku. Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga. Klasifikasi pembuatan resensi buku nonilmiah seperti puisi dan novel yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, dan apresiasi.

7.3 Jurnal

Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)

Jurnal ilmiah wajib memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut :

  • Memiliki International Standard Serial Number (ISSN).
  • Memiliki mitra bestari paling sedikit 4 (empat) orang.
  • Diterbitkan secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam setahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali dalam satu tahun.
  • Bertiras tiap kali penerbitan paling sedikit berjumlah 300 eksemplar, kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan sama dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak.
  • Memuat artikel utama tiap kali penerbitan berjumlah paling sedikit 5 (lima), selain dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah.

Sumber :
http://lengkapskripsi.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-perbedaan-skripsi-tesis.html
http://aminawm.wordpress.com/pengertian-jurnal-ilmiah/

BAB 6

BAB 6


6.1 Timbangan Buku

Pengertian timbangan buku adalah Tulisan yang menyajikan sejumlah informasi tentang sebuah buku yang ditinjau dan dinilai secara isi sebuah buku, sama dengan kritik buku yaitu pertimbangan/pendapat pembaca tentang baik atau buruknya sebuah karya yang dapat disampaikan secara tertulis maupun lisan oleh siapa saja. Intinya timbangan buku adalah tinjauan atau ulasan tentang suatu isi dari buku tersebut, apakah buku ini layak atau tidak.Pendapat/penilaian tentang buku yang dikritik dapat disimpulkan lebih obyektif karena berdasarkan pendapat umum.

6.2 Timbangan Pustaka

Timbangan Pustaka adalah Tulisan yang dibuat pada halaman terakhir untuk mengetahui data-data yang di ambil penulis.Agar pembaca dapat mengetahui panduan/sumber dari pembuatan buku ini agar si penulis tidak dikenakan pidana yang berlaku karena penulis tidak menuliskan sumber/penerbit/nama orang pengarang dan akan di kenakan pidana dalam pasal yang berlaku.



sumber :

http://princessgarani.blogspot.com/2011/03/pengertian-resensitimbangan-buku-dan.html

BAB 5

BAB 5


5.1 Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian iliah melibatkan theory construction dan theory verification.konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.

5.2 Tujuan Penulisan Ilmiah
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
5.3 Sikap Ilmiah

Sikap ilmiah Adalah sikap-sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap ilmuwan atau saintis dalam . melakukan tugasnya untuk mempelajari meneruskan, menolak atau menerima serta merubah atau menambah suatu ilmu .
  • Macam sikap ilmiah antara lain :
  • Objektiv :bersifat ada dan nyata
  • Jujur : berlaku jujur dan tidak menutupi sesuatu apapun
  • Toleransi : bisa memaklumi keada’an
  • Bertanggung jawab : berani mempertanggung 
  • Cermat bekerja : selalu berhati hati dalam melakukan sesuatu hal
  • Disiplin :selalu kosisten atas apa yang ia lakukan .
  • Terbuka dalam mengumpulkan data & menganalisis data : senantiasa menerima kritik dan saran ataupun pendapat dari pihak lain.
Dalam sikap ilmiah mempunyai aspek ‘’ diantaranya :
1) sikap ingin tahu
2) sikap respek terhadap data
3) sikap refleksi kritis
4) sikap ketekunan
Sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang pengamat saintis antara lain :
A .Mencintai kebenaran
B .Tidak buruk sangka
C .bersifat toleran terhadap orang lain
D .Ulet
E .Teliti dan hati-hati
F .Ingin tahu
G .Optimis
Dalam sikap ilmiah terdapat beberapa penjelasan antara lain:
- Mengenali fakta dan opini
- Menggunkan fakta sebagai dasar argumentasi
- Berani dan santun dalam bertanya dan berargumentasi
- Melakukan evaluasi diri
- Mengembangkan keingin tahuan
- Peduli terhadap lingkungan alam, sosial ,dan budaya
- Bertanggung jawab dalam mengambil keputusan

5.4 Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah

1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan

Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang pertama, yaitu melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian

2. Menyusun hipotesis

Langkah langkah menulis karya ilmiah yang kedua adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.

3. Menyusun rancangan penelitian

Selanjutnya Anda menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.

4. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan

Ini langkah keempat dari langkah langkah menulis karya ilmiah yang merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian.

5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data

Setelah melakukan percobaan atas objek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut. Apa yang terjadi pada objek penelitian. Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang kelima.

6. Menganalsis dan menginterpretasikan data

Langkah langkah menulis karya ilmiah keenam, yaitu mengenalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.

7. Merumuskan kesimpulan dan atau teori

Langkah ketujuh dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian.

8. Melaporkan hasil penelitian


Langkah terakhir dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah melaporkan hasil penelitian. Dan, langkah inilah yang sesungguhnya merupakan proses penulisan karya ilmiah. Dengan langkah ini, maka guru atau anak didik dapat menyusun sebuah tulisan atau karya tulis ilmiah yang akan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas personal.

Sumber :
http://bloggueblog.wordpress.com/2012/04/27/pengertian-metode-ilmiah/
http://ilmaka.wordpress.com/2012/08/06/manfaat-dan-tujuan-penulisan-karya-ilmiah/
http://diliput.blogspot.com/2013/05/langkah-penulisan-karya-ilmiah.html
http://princessgarani.blogspot.com/2011/03/pengertian-resensitimbangan-buku-dan.html

Rabu, 19 November 2014

BAB 4

BAB 4


4.1 Pengertian Karangan

Karangan merupakan hasil akhir dari pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan atau mengulas topik dan tema tertentu (Finoza, 2004:192). Menulis atau mengarang pada hakikatnya adalah menuangkan gagasan, pendapat gagasan, perasaan keinginan, dan kemauan, serta informasi ke dalam tulisan dan ”mengirimkannya” kepada orang lain (Syafie’ie, 1988:78). Selanjutnya, menurut Tarigan (1986:21), menulis atau mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat dipahami pembaca.

4.2 Macam-macam Karangan

Berikut ini adalah macam-macam karangan beserta pengertiannya:

1. NARASI,
Adalah karangan yang berisi tentang rangkaian peristiwa yang susul-menyusul sehingga membentuk alur cerita.

2. DESKRIPSI,
Adalah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengarkan hal tersebut.

3. EKSPOSISI,
Adalah karangan yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan.

4. ARGUMENTASI,
Adalah karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data/fakta/konsep sebagai dasar/alasan/bukti.

5. PERSUASI,
Adalah karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk berbuat sesuatu sesuai keinginan penulis, atau karangan yang bersifat ajakan.

4.3 Sifat Bentuk Karangan

Bentuk karangan ada 3 macam :

1. Prosa

2. Puisi

3. Drama

Prosa dibagi menjadi 2 macam :

1. Fiksi

2. Non Fiksi

Puisi adalah karangan yang mengutamakan irama, rima, dan kepadatan makna.

Drama adalah : karangan yang berupa dialog sebagai pembentuk alurnya.

4.4 Ciri-ciri Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain:
  • Pertama, jelas. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
  • Kedua, logis. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
  • Ketiga, lugas. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
  • Keempat, objektif. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
  • Kelima, seksama. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
  • Keenam, sistematis. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
  • Ketujuh, tuntas. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya
4.5 Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah

Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

4.6 Ilmiah Populer

Tulisan populer biasanya tulisan ringan yang tidak "njelimet" dan bersifat hiburan. Termasuklah di dalamnya gosip. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung bebas (perhatikan, misalnya, bahasa yang digunakan di majalah GetFresh!). Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Model ini mensyaratkan objektivitas dan kedalaman pembahasan, dukungan informasi yang relevan, dan biasa diharapkan menjelaskan "mengapa" atau "bagaimana" suatu perkara itu terjadi, tanpa pandang bulu dan eksak. Dari aspek bahasa, tentu saja tulisan ilmiah mensyaratkan bahasa yang baku.

Meski demikian, ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya. Model tersebut dikenal dengan penulisan ilmiah populer dan merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Istilah ini mengacu pada tulisan yang bersifat ilmiah, namun disajikan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti.



Sumber :

http://www.sarjanaku.com/2012/09/pengertian-karangan-serta-tujuan-dan.html
http://nasi99.wordpress.com/2011/04/15/macam-macam-karangan-dan-pengertiannya/
http://eko-ahp.blogspot.com/2010/10/karangan-ilmiah-ilmiah-populer-dan.html

Jumat, 03 Oktober 2014

Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian


Metode Penalaran

Metode induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.


Ada 3 macam penalaran induktif :
1. Generalisasi
=> Merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data-data yang ada.
=> Dibagi menjadi 2 :
a. Generalisasi Sempurna / Tanpa loncatan induktif

=> Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan.
Contoh :
- Sensus Penduduk.
- Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, baja memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.b. Generalisasi Tidak Sempurna / Dengan loncatan induktif

=> Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
Contoh : Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong.
2. Analogi
=> Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Pada analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
=> Tujuan dari analogi :
- Meramalkan kesamaan.
- Mengelompokkan klasifikasi.
- Menyingkapkan kekeliruan.
=> Contoh :
Leeteuk adalah personil Super Junior.
Leeteuk berbakat di semua bidang hiburan.
Yesung adalah personil Super Junior.
Oleh sebab itu, Yesung berbakat di semua bidang hiburan.
3. Kausal
=> Merupakan proses penarikan kesimpulan dengan prinsip sebab-akibat.
=> Terdiri dari 3 pola, yaitu :

a. Sebab ke akibat => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kesimpulan sebagai efek.
Contoh : Karena terjatuh di tangga, Kibum harus beristirahat selama 6 bulan.
b. Akibat ke sebab => Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat ke kejadian yang dianggap penyebabnya.
Contoh : Jari kelingking Leeteuk patah karena memukul papan itu.
c. Akibat ke akibat => Dari satu akibat ke akibat lainnya tanpa menyebutkan penyebabnya.